5 Rekomendasi Kuliner Enak Semarang

Semarang tak hanya dikenal karena potensi wisatanya yang menarik, tetapi juga karena banyaknya kuliner yang ditawarkan kota ini. Mulai dari makanan berat hingga camilan, semua bisa kamu coba sambil menikmati suasana Kota Semarang.Berikut daftar menu enak khas Semarang yang wajib kamu coba.

1. Gulai Kepala Ikan Pak Untung

Suka makan gulai kepala ikan? Berarti kamu wajib mencoba Gulai Kepala Ikan Pak Untung di Jalan Singosari Raya No 79, Pleburan. Ada berbagai menu gulai kepala ikan yang bisa kamu pesan, mulai dari gulai kepala nila, kakap, bahkan salmon.

2. Angkringan Kemebul

Jika ingin berkunjung ke tempat gaul Semarang, kamu bisa nongkrong di Angkringan Kemebul. Berlokasi di Jalan Bendungan Raya No 115C, angkringan satu ini menyediakan aneka menu tradisional seperti jajanan pasar, wedang jahe, nasi bakar, gorengan, dan sebagainya. Meski begitu, fasilitasnya cukup modern karena dilengkapi Wi Fi dan penampilan acara musik.

3. Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar

Meski tempatnya sangat sederhana, Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar digemari oleh banyak wisatawan. Terletak di Jalan MT. Haryono, Bustaman, tempat makan ini menyediakan gulai kambing yang terkenal kelezatannya. Buka mulai pukul 09:00 – 15:00, kamu yang tak mau berdesakan saat berkunjung sebaiknya tak datang saat jam makan siang.

4. Bakmi Jowo Pak Gareng

Mulai dibuka pada tahun 1970, kini Bakmi Jowo Pak Gareng menempati Jalan Wotgandul Dalam No 177, Gabahan. Menu makanan di sini bisa kamu lahap dengan harga terjangkau, yakni Rp14.000 saja. Buka pukul 11:00 – 21:00, tempat ini juga jadi favorit banyak selebriti Indonesia. Tidak heran, kalau setiap harinya Bakmi Jowo Pak Gareng ini ramai dikunjungi wisatawan.

5. Soto Ayam dan Ayam Goreng Bangkong

Soto bangkong memang banyak dijual di Semarang, tapi yang menjadi favorit banyak orang adalah Soto Ayam dan Ayam Goreng Bangkong di Jalan Setiabudi No 229, Srondol Kulon. Ada berbagai macam menu yang bisa kamu coba, tetapi menu spesialisasi ayam adalah hidangan andalan tempat makan ini.

Itulah 5 tempat wisata kuliner Semarang yang bisa kamu coba sembari menjelajahi Kota Lumpia ini. Tak hanya menawarkan kuliner yang lezat, 5 tempat tersebut juga populer bagi masyarakat dan pengunjung Kota Semarang.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to: @Lusia Jahaubun2019

5 Rekomendasi Tempat Makan Es Krim Unik di Jogja

Jika ada waktu liburan ke Jogja, jangan melewatkan kesempatan untuk makan es krim di Kota Gudeg ini ya. Bukan hanya memberikan kesegaran tersendiri bagi penikmatnya, tapi juga memberikan warna yang berbeda untuk wisata kuliner kamu di kota Jogja.

1. Ice Cream World

Ice Cream World menyediakan berbagai jenis es krim dan gelato yang bisa kamu nikmati selama berkunjung. Jadi serasa berada di dunia es krim gitu. Kamu pun gak akan kehabisan spot selfie cantik.

2. Artemy Italian Gelato

Di Yogyakarta terdapat 3 cabang Artemy Italian Gelato, yaitu di Ruko Rafflesia Babarsari, Kranggan, dan kawasan Malioboro. Ketiga kawasan itu terletak di tengah kota sehingga memudahkan para pecinta gelato untuk berburu kelezatan gelato yang creamy dari gerai satu ini.

3. Ciao Gelato

Ciao Gelato merupakan restauran berasal dari Italia dan menggunakan bahan-bahan Ice Cream dari Italia. Ice Creamyang diolah di Ciao Gelato tanpa menggunakan zat pengawet,hal itu bisa dilihat dari warna yang tidak tajam dan mudah encer. Untuk bahan dasar pembuatan Ice Cream khusus didatangkan dari Italia sedangkan untuk susu ,gula, waffle, cone serta crepes tetap menggunakan produk dalam negeri.

4. Marry Anne’s

Bagi penggemar es krim atau gelato di Jogja mungkin harus coba cafe yang satu ini, Mary Anne’s Ice Cream dan Pancake. Cafe yang menyajikan banyak varian es krim ini berlokasi di Jl.Mrican Baru no.18, belakang Universitas Atma Jaya, persis disebelah Burjo Mendem Duren. Semua menu di Mary Anne’s adalah home made ice cream.

5. Old Dish by Tip Top 1936

Old Dish Tip Top didirikan oleh Johan Paramasatya, cucu dari pendiri Tip Top, untuk melanjutkan bisnis keluarga dengan gaya yang sesuai kebutuhan anak muda. Perubahan ini terutama untuk pilihan menu dan desain interior kedai.

Sajian utama dari kedai ini, yaitu es krim, kini semakin beragam. Jika Tip Top hanya memiliki sembilan rasa, Old Dish memiliki 16 rasa. Pilihannya  antara lain Green Tea, Sweet Plum, Cheesecake, dan Mango. Menu lama khas Tip Top seperti Tutty Fruity, Mont Blanc, dan Cassatamasih dipertahankan. Menu lama tersebut menjadi favorit pengunjung.

Hastag : Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to: @Lusia Jahaubun2019

4 Wisata Alam Malang yang Harus Kamu Coba

Jika liburan panjang Anda berencana ke Malang, maka simak dulu beberapa tempat wisata alam yang harus kamu coba berikut ini.

1. Air Terjun Coban Rondo

Tinggi Air terjun Coban Rondo mencapai 84 meter. Air terjun ini pertama kali diresmikan menjadi tempat wisata pada tahun 1980. Sumber air terjun berasal dari mata air yang berada di sisi lereng gunung Kawi, yaitu mata air Cemoro Mudo. Kuota air yang ditimbulkan mencapai 90 hingga 150 liter per detik.

2. Omah Kayu

Keunikan dari Omah kayu atau Rumah Pohon ini adalah didesain full dengan bagan baku dari kayu, dimana terdapat 6 unit , masing masing unit mempunyai luas 3 x 2 x 2 meter . Dengan kualitas bahan kayu yang cukup bagus dan kuat, yaitu yang di gunakan adalah kayu eukaliptus sebagai kerangka bangunan, juga untuk pagar juga balkon. Untuk dindingnya memakai papan kayu pinus yang disusun rapat sehingga penghuninya akan merasa hangat saat bermalam di sini, untuk atap pengelola memakai bahan dari ijuk.

3. Air Terjun Sumber Pitu

Seperti namanya sumber pitu. air terjun sumber pitu malang ini memang memiliki 7 titik airterjun dalam satu tebing yang cukup tinggi. Uniknya lagi walaupun musim kemarau air terjun sumber pitu akan tetap ada airnya, hanya saja debit air di air terjunsumber pitu ini akan sedikit berkurang.

4. Goa Lo Bangi

Tidak banyak yang tahu jika Malang juga menyimpan potensi wisata cekungan batu atau goa. Salah satunya adalah Goa Lo-Bangi yang terletak di Dusun Ngliyep, Kedungsalam, Donomulyo. Lokasi itu juga sangat dekat dengan Pantai Ngliyep yang sudah terkenal sebagai tujuan wisata.Goa ini mempunyai lebar lima meter di mulutnya, untuk masuk Anda perlu menurun sebentar sejauh tiga meter. Di bawah, Anda akan menemukan sebuah kondisi yang horizontal.

Hastag : Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to : @Lusia Jahaubun2019

3 Museum Terkenal Yang Ada Di Jogja

Selain terkenall dengan wisata alamnya, Jogja juga terkenal dengan museum sejarah yang keberadaannya masih menjadi hal yang pantas dan patut untuk dikunjungi.

Berikut adalah daftar 3 museum yang terkenal di Jogja

1. Museum Kraton Jogja

Museum ini merupakan museum yang terletak di tengah-tengah kota Jogja. Keberadaan Museum ini sudah menjadi data tarik tersendiri yang selalu menyuguhkan sejarah yang tak lekang waktu.

2. Museum Ullen Sentalu

Sekalipun letak museum ini sedikit diujung Jogja, namun animo para pengunjung tak kunjung surut. Di museum ini kita akan disuguhkan dengan sejarah kraton Jogjakarta dan Keraton Solo.

3. Museum Sejarah Vredburg

Museum yang terletak dijalan Malioboro ini adalah museum peninggalan Belanda yang dulunya digunakan untuk kompleks militer yang kemudian pada tahun 1992 di ubah menjadi museum dan dibuka untuk umum.Jadi jika kalian berpikir kalau wisata museum itu membosankan, sempatkan diri kalian untuk ke 3 museum diatas.

Happy travelling,..

Hastag : Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to: @Lusia Jahaubun2019

Hutan Mangrove, Keindahan Tersembunyi disudut Jogja

Jogja memiliki hutan mangrove yang sedang hits akhir-akhir ini. Hutan tersebut berada di Pasir Mendit, Jangkaran, Temon, Kabupaten Kulon Progo. Selain dapat menikmati Hutan Mangrove yang menawan, anda juga bisa memanfaatkan jembatan yang memanjang di tepinya untuk berfoto-foto ria.

Dengan mengusung tema demikian, wisata hutan mangrove ini memberikan kesan keasriannya pada setiap pengunjung.Nah, untuk tiket masuknya sangatlah terjangkau. Anda cukup menyediakan Rp. 4.000,00 untuk masuk dan Rp. 2.000,00 untuk parkir sepeda motor.

Hastag : Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to: @Lusia Jahaubun2019

Sejarah Malioboro

Malioboro Jogja adalah suatu nama jalan yang keberadaannya sudah lama sekali. Kira kira tempat itu dibangun sekitar tahun 1750-an. Nah, penamaan jalan ini ternyata ada kaitannya dengan nama kota Jogja itu sendiri.

Jadi begini, menurut Dosen Sejarah UI, Prof Peter Brian Ramsey Carrey, nama asli kota Jogja adalah Ngayogyakarta. Nama itu terinspirasi dari sebuah nama kerajaan di kitab Ramayana, yaitu “Ayodya”. Orang Jawa menyebutnya Ngayodya, sehingga terdengar seperti “Ngayogya”.

Di dalam kitab itu juga, ada satu jalan utama yang sangat terkenal. Jalan merupakan jalan utama tempat penyambutan Raja dan tamu tamunya, serta merupakan jalan penting yang memiliki banyak berkah.

Nama yang jalan tersebut adalah “Malyabhara”. Dalam Bahasa Sansekerta, “Malya” berarti bunga dan “bhara” yang diambil dari kata “bharin” yang artinya mengenakan. Jadi jalan yang mengenakan bunga (jalan yang istimewa).

Ketika awal dibangun, jalan tersebut tidak langsung ramai. Adalah Belanda yang mempeloporinya sebagai pusat Kota di Yogyakarta sehingga jadi ramai. Karena ingin menyaingi popularitas Keraton Yogyakarta, Belanda lalu membangun Benteng Vredeburg dan The Dutch Club tahun 1800-an.

Karena semakin ramai, letak Malioboro jadi semakin strategis sehingga Belanda membangun rumah Gubernur Belanda di jalan tersebut. Itulah sekilas tentang sejarah Malioboro Jogja.

Hastag : Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton

Credit to: @LusiaJahaubun2018

Wisata ke Padang Pariaman? Kenapa Tidak

Jika Anda punya rencana liburan ke Pariaman, Jangan khawatir akan keindahannya, Kota ini menawarkan cukup banyak wisata pilihan untuk Anda dikunjungi. Kota ini memiliki banyak tempat-tempat wisata yang bernuansa alam,pantai, Sejarah, Religi maupun Kuliener yang tak kalah dengan wisata Medan, Bandung ataupun kota besar lainnya.Berikut daftar nama tempat wisata indah yang bisa kamu kunjungi

1. Pulau Angso Duo

Wisata Pulau Angso Duo berjarak lebih kurang 65 Km dari kota Padang. Kebanyakan wisatawan yang sering mengunjungi Pulau ini adalah yang berasal dari daerah tetangga, seperti Medan, Riau, Aceh, Jambi dan banyak lainnya. Dan bahkan pengunjung yang datang ke pulau ini juga banyak berasal dari Negara tetangga.

2. Pantai Gandoria

Gandoriah merupakan nama seorang perempuan dalam cerita rakyat Minangkabau. Kisah tersebut menceritakan perjalanan cinta yang tragis antara seorang pemuda bernama Anggun Nan Tongga dan Putri Gandoriah, yang tak lain adalah sepupunya.

3. Hutan Pinus Pantai Kata Pariaman

Pasir-Pasir pantai yang begitu bersih dan terhampar luas, yang mampu membuat anak2 tertarik bermain di sana. Ada nya pohon-pohon pinus dan cemara mampu membuat pantai ini terihat Rindang dan juga Sejuk.

4. Wisata Tapian Puti

Selain dijadikan sebagai tujuan wisata, Tapian Puti juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk melakukan tradisi Balimau setiap tahunnya. Balimau merupakan sebuah tradisi mandi yang dilakukan untuk membersihkan diri dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini rutin dilaksanakan oleh masyarakat Minangkabau setiap tahun atau satu hari menjelang Ramadan.

5. Rumah Tabuik Pasa Kota Pariaman

wisata rumah tabuik merupakan wujud dari pengabadian bentuk tabuik yang hanya ada sekali dalam setahun yaitu saat digelarnya festival tabuik pada 10 muhharam. rumah tabuik ini sudah di desain sedemikian rupa menjadi sangar indah dan menarik untuk dikunjungi.

Nah bagaimana? Keren khan? Tunggu apa lagi,?

Hastag : Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to : @Lusia Jahaubun2019

Objek Wisata Dieng

Suhu rendah dan bekunya embun di dataran tinggi Dieng membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawa, hanya dengan satu alasan; sekadar ingin melihat embun yang beku. Namun, disamping bekunya embun disana, kamu juga bisa melihat beberapa objek wisata alam yang nggk kalah asiknya.

1. Sunrise Dari Sikunir

Sikunir Dieng mempunyai golden sunrise yang sempurna. Anda akan terpesona dengan warna jingga yang pekat dengan dengan awan yang menutupi badan gunung Prau dan Sinidoro yang kemudian akan sirna oleh mentari yang hendak menanjak naik.

2. Kawah Sikidang

kawah sikidang merupakan kawah aktif tersbesar yang ada di dataran tinggi dieng. Walaupun masih aktif, kawah ini tetap aman dikunjungi. Akan tetapi anda juga perlu berhati-hati ketika berkunjung ke tempat ini.Tempat ini berbeda dengan kawah gunung aktif lainya yang berada di puncak gunung. Kawah sikidang ini justru berada di daeah daratan yang cukup datar. Dengan begitu wisatawan menjadi lebih mudah untuk menjangkau lokasi dari bibir kawah.

3. Telaga Warna

Telaga warna dieng terletak di ketinggian 2000 meter diatas permkaan laut. Telaga tersebut juga dikelilingi oleh bukit bukit yang indah yang cocok sebagai tempat untuk refreshing. Jika anda ingin mendapat sensai keindahan yang lebih, anda bisa menaiki salah satu bukit yang ada di telaga warana. Dan yang paling populer yaitu bukit ratapan angin. Dari situ lah anda bisa duduk di sebuah batu sambil menikmati telaga warna dari atas bukit.

4. Candi Arjuna

Melihat dari bentuk serta ornamen yang terdapat pada setiap candi, diperkirakan keempat candi tersebut dibangun pada masa yang berbeda. Candi Arjuna merupakan yang dibangun paling awal, sementara Candi Sembadra merupakan yang dibangun paling akhir.Perkiraan ini didasarkan pada perbedaan gaya bangunan candi. Candi Arjuna masih sangat kental dengan gaya candi-candi dari India. Sementara pada Candi Sembadra sudah terlihat pengaruh kebudayaan lokal yang sangat kuat.

Hastag : Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to: @LusiaJahaubun2019

Titik Nol Jogjakarta

Titik 0 Kilometer Yogyakarta memang tempat favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu, terlebih pada sore hari dan malam hari yang setiap hari selalu ramai disesaki oleh para wisatawan yang sekedar hanya untuk nongkrong di dudukan yang banyak disediakan di sekitar perempatan.

Memang tempat ini bukanlah perempatan pada umumnya yang biasanya hanya terdiri dari lampu lalu lintas dan kendaraan yang berhenti. Namun di Titik Nol Jogja ini kamu bisa menemukan area pedestrian yang cukup luas untuk menampung ribuan wisatawan sepanjang harinya.

Pedestrian yang ada di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja tampaknya tidak dibuat ala kadarnya, karena area pedestrian tersebut telah menggunakan batu marmer sebagai alas utama para wisatawan untuk berpijak. Dengan warna batu marmer yang keabu-abuan dan ukuran persegi yang cukup besar untuk setiap kotaknya, membuat area pedestrian Titik 0 Jogja menghadirkan kesan yang anggun dan nyaman untuk ditongkrongi.

Memang lokasinya yang sangat strategis yaitu diantara gedung-gedung tua bikinan penjajah kolonial Belanda mampu menyulap area ini menjadi bernuansa klasik yang eksotik. Jika anda berada di Titik Nol Jogja ini dan mengarah ke arah selatan, anda akan bisa melihat 3 Gedung Belanda yang tampak megah yaitu Gedung Bank Indonesia, Gedung Kantor Pos Indonesia, dan Gedung Bank Negara Indonesia yang mengapit jalan utama menuju Alun-alun utara Kraton Yogyakarta.

Jika anda mengarahkan pandangan ke arah sebaliknya yaitu utara, maka anda bisa melihat Jalan Malioboro sebagai titik pandang utama yang disisi-sisinya terdapat Istana Negara Republik Indonesia dan Benteng Vendeburg yang tampak gagah berdiri.

Dengan dikelilingi bangunan bekas kolonial Hindia Belanda, membuat area ini seolah-olah tampak di Negeri Belanda. Namun lampu-lampu khas Jogja yang berwarna hijau dengan garis-garis kuning membuat area Titik Nol Kilometer Jogja ini menegaskan bahwa area ini di Kota Yogyakarta.

Jadi kapan berkunjung ke Jogja?

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay Instagram.com/RumahRosoHomestay #PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to: @Lusia Jahaubun2019

Agustus 2019; Dieng Culture Festival

Bulan Agustus masih 2 bulan lagi. Tapi euforia Dieng Culture Festival sudah hadir kembali. Hal ini terjadi karena terbatasnya tiket buat pengunjung Dieng Culture Festival.

Kalau nggak cepet-cepetan, tau-tau udah abis aja. Biasanya, bulan Juni atau Juli sudah ludes tiketnya. Jadi kalau nggak gercep ya bakal jadi penonton deh, penonton di linimasa Instagram doang. Hehehe.

Buat kamu yang belum tau ada apa aja di Dieng Culture Festival, tepat banget kalau kamu baca artikel ini. Jangan sampai kelewatan lagi deh acara yang digelar di Dataran Tinggi Dieng ini. Yuk simak ulasan nya.

Setelah 10 tahun, Dieng Culture Festival masih konsisten jadi festival budaya yang berhasil menyedot puluhan ribu massa. Event Dieng Culture Festival 2019 atau edisi ke 10 ini akan digelar pada tanggal 2-4 Agustus 2019 di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara.

Bulan Agustus ini selalu dipilih karena suhu di Dieng sangat dingin saat itu. Jika pas dingin banget, bisa sampai minus lho suhu di Dieng. Tahun lalu saja sampai menembus -4 derajat Celcius.Kalau mau lebih irit, ya jalan sendiri aja.

Cari semuanya sendiri mulai transport, homestay, tiket dst. Lebih ribet sih buat kamu yang dari luar kota. Tapi sebenarnya selisihnya nggak banyak banget sama open trip. Paling sekitar 200 ribuan saja selisihnya. Resikonya sih bisa kehabisan homestay dan tiket DCF di mana sangat terbatas.

Yuk tahun ini ke DCF, masa mau gagal lagi ke sana?