Daftar Wisata Kuliner Semarang yang Harus Kamu Coba

Selain lumpia, Semarang masih punya beberapa santapan enak yang harus kamu coba ketika berkunjung ke sana.

Baca terus artikelnya, untuk cari tau terus apa saja rekomendasi wisata kuliner disana.

1. Mie Sang kie

Bagi kalian yang gemar menyantap varian hidangan mie bisa langsung meluncur Mie Sang Kie. Kedai ini termasuk legendaris karena sudah berdiri sejak zaman kolonial. Luar biasanya, hingga kini mereka masih punya banyak penikmat setia.

2. Gulai Kambing Bustaman

Semarang juga punya sajian gulai legendaris. Namanya Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar dan sudah buka sejak 1969. Sebelum menyantap sajian nikmat ini, Teman Traveler bisa berjalan-jalan sejenak karena warungnya terletak di kawasan Kota Lama. Kalian tinggal berjalan ke belakang Gereja Blenduk untuk menemukannya.

3. Ayam Goreng Pakne Heksa

Ayam Goreng Pakne Heksa lebih lezat jika dinikmati bersama sambal cobek. Bagi yang tidak terlalu suka pedas, jangan khawatir kamu bisa mengajukan permintaan khusus terkait jumlah cabai yang digunakan.

4. Babat Gongso Pak Karmin

Babat Gongso Pak Karmin, salah satu warung legendaris di Semarang. Buka sejak 1971, hingga kini Pak Karmin tak pernah gagal memanjakan lidah para pelanggan dengan cita rasa babat masak kecap yang khas. Warung Pak Karmin sendiri tidak terlalu mewah, bahkan terkesan sangat sederhana. Meski demikian, banyak pengunjung berbondong-bondong datang ke sini.

Selamat mencoba,..

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2019

3 Tempat Wisata Kuliner di Malang yang Wajib Dicoba

Saat ke Malang, jangan lupa untuk berwisata kuliner di tempat-tempat terbaik yang tersaji di bawah ini ya..

1. Bakso President

Bakso President
Bakso President

Bagi pelancong yang kerap mengunjungi Malang, Bakso President adalah tempat kuliner Malang yang paling legendaris dan wajib untuk dikunjungi. Di tempat kuliner Malang ini, Anda bisa menikmati aneka olahan bakso khas Malang yang rasanya sudah pasti autentik dan juara. Ada bakso bakar yang diolah dengan bumbu khas, bakso dengan jeroan, dan bakso orisinal yang rasanya akan membuat Anda ketagihan.

Kedai Bakso President terletak di Jalan Batanghari No. 5 Malang. Lokasinya berada di pinggir rel kereta, sehingga saat ada kereta lewat, Anda bisa merasakan sensasi bergetar yang cukup kuat.

2. Soto Geprak Mbah Djo

Soto Geprak Mbah Djo
Soto Geprak Mbah Djo

Buka pada pukul 08.00-18.00, Soto Gebrak Mbah Djo yang terletak di Jalan M.T. Haryono ini menyajikan soto yang sangat nikmat. Perpaduan bumbu yang penuh rempah serta empuknya daging yang digunakan akan membuat siapa saja ketagihan dan ingin datang lagi ke tempat kuliner Malang yang buka sejak tahun 1936 ini.

3. Hot Cui Mie

Hot Cui Mie
Hot Cui Mie

Selain bakso, makanan khas Malang yang terus ada dan dikenal oleh masyarakat luas adalah cwiemie atau cui mie. Olahan mie yang diolah secara tradisional ini cukup banyak muncul di kawasan Malang. Namun, yang paling khas dan autentik adalah Hot Cui Mie yang terletak di kawasan Jalan Kawi Atas dan menempati sebuah ruko kecil yang selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung.

Kuliner Malang ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00. Kalau Anda ingin makan di sini disarankan untuk datang lebih pagi atau menghindari masa liburan panjang. Saat hari libur, Anda harus mengantre cukup lama atau beralih ke cabang lain dari kedai ini yang terletak di salah satu mal.

3 Candi Wajib yang harus kamu Kunjungi selain Borobudur dan Prambanan

Sebagai destinasi archaeotourism yang terkenal, Jogja merupakan surga untuk menjelajahi candi-candi kuno dan menemukan reruntuhan dari peradaban yang hilang misterius.

1. Candi Mendut

Candi Mendut

Beragam peninggalan yang mencerminkan kejayaan dan kemegahan masa lalu tersebar di berbagai penjuru nusantara. Salah satu sisa kemegahan masa lalu adalah Candi Mendut yang terletak sekitar 3 km arah timur dari Candi Borobudur. Prasasti Kayumwungan yang ditemukan di Karangtengah menyebutkan bahwa Candi Mendut dibangun oleh Raja Indra dari Dinasti Syailendra.

2. Candi Ijo

Candi Ijo

Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Meski bukan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi sangat indah untuk dinikmati.

3. Candi Pawon

Candi Pawon

Letak Candi Pawon cukup tersembunyi, dikelilingi rumah penduduk. Tersusun dari batuan vulkanik dengan perpaduan gaya bangunan Hindu Jawa kuno dan India, serta kemiripan corak ragam hias dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur, para ahli sepakat bahwa ketiga candi ini dibangun pada abad yang sama. Hal ini dipertegas dengan Prasasti Kayumwungan atau Prasasti Karangtengah yang bertanggal 26 Mei 824 Masehi.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2019

Kamu Wajib Coba Wisata Kuliner Ini Selama Di Jogja

Tak hanya Kuliner Bandung yang terkenal enak dan maknyus. Jogja juga punya sederet kuliner khas yang menggoyang lidah, dari mulai makanan tradisional, menu western, sampai kuliner khas nusantara.

1. Gudeg Manggar Manding

Gudeg Manggar Manding adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : enjoyjogja.com)
Gudeg Manggar Manding adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : enjoyjogja.com)

Masih seputar gudeg, tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi berikutnya adalah Gudeg Manggar Manding. Mungkin bagi kebanyakan orang, gudeg adalah gudeg. Namun sebenarnya ada 3 jenis gudeg yang berbeda; gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. Gudeg basah disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih dan banyak diburu untuk menu sarapan pagi.

Gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan. Rasanya juga lebih manis. Gudeg jenis ini bisa tahan hingga 24 jam atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam lemari es sehingga banyak diburu orang sebagai oleh-oleh. Biasanya penjual mengemasnya dalam kardus, besek (kardus dari anyaman bambu) atau kendil tanah liat.

2. Angkringan Kopi Joss Lik Man

Kopi Joss menu istimewa Angkringan Lik Man, salah satu tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : myhotelmyresort.com)
Kopi Joss menu istimewa Angkringan Lik Man, salah satu tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : myhotelmyresort.com)

Ada yang bilang, belum ke Jogja kalau belum menikmati nasi kucing plus Kopi Joss di angkringan pinggir rel Lek atau Lik Man. Nasi kucing bukan nasi untuk kucing lho, tapi nasi yang porsinya sedikit dengan orek tempe dan sambal teri. Pelengkapnya bisa aneka sate dan gorengan.

Satu lagi yang mengesankan dari angkringan Jogja yang paling terkenal ini, Anda harus coba Kopi Joss yaitu kopi panas yang diberi arang panas. Tenang saja tidak berbahaya kok, karena arangnya langsung diambil dari tungku yang pastinya sudah membuat arang tersebut steril.

Cara penyajian kopi ini sangat unik karena kopi akan dicampur dengan arang yang masih merah membara. Bunyi ‘jooossss’ yang ditimbulkannya inilah yang membuatnya disebut dengan Kopi Joss. Kopi Joss memiliki rasa unik yang khas dan tak dimiliki kopi lainnya.

3. Oseng-Oseng Mercon Bu Narti

Oseng-Oseng Mercon Bu Narti adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : telusurindonesia.com)
Oseng-Oseng Mercon Bu Narti adalah salah satu tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi (Foto : telusurindonesia.com)

Ingin menu yang pedas? Anda bisa mencoba tempat wisata kuliner di Jogja yang pedas. Tidak Cuma masakan manis seperti gudeg, bagi Anda penggemar masakan pedas ada tantangan untuk mencoba oseng-oseng mercon.

Oseng-oseng kikil super pedas ini pun tak ayal membuat orang yang memakannya berkeringat seperti habis lari mengitari lapangan bola berkali-kali. Pedas-pedas enak katanya. Dan tahukah berapa banyak cabai yang dicampur dalam satu panci oseng-oseng mercon? 6 kg cabai, lho. Bener-bener bikin melotot kan?

Makanan kreasi Bu Narti ini kini telah menjadi kuliner khas Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 1998 saat negara ini sedang dilanda krisis ekonomi, demi meneruskan hidup setelah ditinggal mati sang suami. Kondang hingga ke berbagai kota, menarik setiap pejalan untuk mencoba. Warung oseng-oseng mercon Bu Narti telah menjadi salah satu tempat wisata kuliner di Jogja yang wajib dikunjungi bagi para pecinta kuliner pedas.

Mercon, yang dalam Bahasa Indonesia adalah petasan menjadi nama kuliner bukan tanpa sebab. Buntelan mesiu yang sering dipakai dalam perayaan Imlek dan meramaikan lebaran ini seolah meledakkan dirinya di mulut. Seperti pejuang berani mati yang mengantar bom ke sarang musuh.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2019

3 Objek Wisata anti mainstream di Jogja yang wajib kamu kunjungi..

1. Pantai Sinden dan Pulau Kalong, Hanya Untuk yang bernyali Besar

Nah, tempat wisata baru di Jogja ini khusus diperuntukkan bagi mereka yang memiliki nyali besar, suka tantangan dan tertarik dengan hal anyar. Di Pantai Sinden, kamu akan disuguhi laut biru khas Laut Selatan berpadu padan dengan langit yang juga biru. Ombak yang memecah tebing Pulau Kalong memberikan eksotisme tersendiri.

Yang ingin memeras adrenalin, menyeberang ke Pulau Kalong melalui jembatan gantung tradisional bisa menjadi tantangan tersendiri. Dijamin kamu akan bergidik karenanya.

Lokasi: Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

2. Watunene, Pantai Dreamland-nya Gunung Kidul

Ya, kesan yang bisa kamu dapatkan di pantai ini adalah seperti berada di Pantai Dreamland, Bali.

Adalah letak pantai yang berada di balik tebing tinggi menjadi salah satu alasan mengapa ada sedikit kemiripan antara pantai Watunene dan Dreamland di Bali. Nuansa asyiknya juga tidak kalah.

Bedanya, atmosfer alami sangat terasa di pantai Watunene. Lokasi yang masih tersembunyi dengan akses ke pantai yang masih belum terbuka membuat eksotisme pantai tetap terjaga. Tertarik singgah ke pantai ini?

Lokasi: Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

3. Lava Bantal

Lokasi ini merupakan salah satu geo heritage yang gak boleh kamu lewatkan saat ke Yogya. Lava Bantal terletak di Dusun Watuadeg, Desa Jogotirto, Berbah, Sleman. Kamu bisa pergi dengan naik motor atau mobil. Tempatnya masih alami untuk dinikmati dengan duduk bermain air dan mandi di aliran Sungai Opak ini.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2019

Alternatif Objek Wisata Selatan Selain Pantai

Selain ke Pantai Parangtritis, anda wajib juga ke Bukit Paralayang. Birunya laut, hijaunya hamparan sawah, plus pengalaman “terbang” ini tak boleh dilewatkan.

Sesuai dengan namanya, Bukit Paralayang merupakan bukit yang memiliki landasan kecil sebagai tempat lepas landas olahraga paralayang. Tepat diatas Pantai Parangtritis Jogja, tak hanya menjadi fasilitas olahraga, pesona alam yang eksotis mampu menarik beribu pasang mata untuk menyaksikannya. Nikmati perjalanan wisata sekaligus berolahraga ekstrim disini!

Menikmati pesona Bukit Paralayang

Saat anda berada di Bukit Paralayang, anda seolah akan dibuat kagum dengan keindahan alam yang luar biasa. Hamparan pantai yang luas, gunung-gunung yang terlihat sangat dekat, serta hijaunya sawah dan pepohonan. Bahkan anda bisa menikmati cantiknya sunset dan sunrise dari bukit ini. Tidak ada biaya masuk alias gratis, cukup dikenakan biaya parkir sekitar IDR2.000 – IDR5.000 tergantung musim. Terdapat pula warung kecil jika anda ingin melepas lapar atau dahaga.

Selain pesona alam, di bukit ini dijadikan sebagai tempat lepas landas para atlet paralayang. Jika momen para atlet sedang berlatih, anda akan disuguhkan atraksi yang menakjubkan, sangat memacu adrenalin tentunya. Nantinya, paralayang ini akan landing atau mendarat di landasan, tepatnya diantara pantai Parangkusumo dan pantai Depok Yogyakarta.

bukit-paralayang-yogyakarta
source: titik0jogja.blogspot.co.id

Jika anda tertarik untuk mencobanya, terdapat agen penyewa sekaligus pemandu paralayang dengan biaya IDR300.000 – IDR350.000 per orang. Namun jika anda ingin menonton indahnya ratusan palarayang beterbangan, datanglah pada bulan Maret karena ada event tahunan bertaraf nasional bernama Jogja Air Show. Info lebih lanjut mengenai event ini dapat anda cari melalui social media untuk event di Jogja.

bukit-paralayang-yogyakarta

Happy traveling,..

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2019

Aturan Budaya Jogja yang Jarang diketahui

Di antara banyak mitos mistis yang ada di Jogja, ada 3 aturan tak tertulis yang juga diyakini hingga saat ini. Aturan itu antara lain:

1. Sultan Tidak Boleh Melewati Plengkung Gading

Image result for plengkung gading

Pada zaman dahulu, plengkung merupakan gerbang utama untuk masuk dan keluar keraton. Salah satu plengkung itu adalah Plengkung Gading yang terletak di sebelah selatan Alun-Alun Kidul. Plengkung ini merupakan satu-satunya pintu keluar raja yang mangkat atau wafat untuk selanjutnya dimakamkan di makam raja-raja Imogiri. Makanya, konon selama sultan masih hidup tak diperkenankan melewati Plengkung Gading itu.

2. Tidak boleh menggunakan pakaian hijau saat ke Pantai Parang Tritis

Image result for parang tritis

Membicarakan pantai Parangtritis pasti tak bisa dilepaskan dari mitor keberadaan Nyi Roro Kidul. Konon, wisatawan Parangtritis dilarang mengenakan pakaian yang berwarna hijau. Jika kamu pernah melihat lukisan Nyi Roro Kidul, pasti kamu tahu jika Nyi Roro Kidul mengenakan pakaian warna hijau. Cerita yang berkembang, Nyi Roro Kidul suka warna hijau sehingga nggak mau ada orang lain yang memakai warna itu. Ada pula yang bilang kalau warna hijau itu warna favoritnya, makanya orang yang memakai pakaian hijau otomatis disukai Nyi Roro Kidul.

3. Pengantin dan orang sakit tak boleh melewati perempatan Palbapang.

Image result for perempatan palbapang

Perempatan Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul juga menyimpan aturan unik. Konon pengantin tak boleh lewat perempatan itu dengan tangan kosong. Jika ada pengantin yang melewati perempatan itu harus melepaskan ayam jago. Untuk menghindari mitos itu, orang-orang ada yang memilih mencari jalan lain dan menghindari perempatan itu. Tak hanya itu, mitos yang berkembang, orang sakit juga dilarang melewati perempatan itu. Solusinya, orang sakit yang ingin berobat ke rumah sakit harus mencari jalan alternatif agar tak melewati perempatan itu.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#Penginapan Jogja #Penginapan Murah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner #BudayaJogja

Credit to:

@LusiaJahaubun2019

3 Negeri Diatas Awan Yang Wajib Kamu Kunjungi Selama Di Jogja

1. Bukit Pangung Kediwung

Image result for bukit panguk kediwung jogja sunrise

Dari sini Anda bisa menikmati alam sejuk dipagi hari dengan sunrise yang menyejukkan mata.  Banyak spot-spot menarik yang jangan sampai terlewatkann jika sedang bertandan ke Jogja

2. Bukit Lintan Sewu

Bukit lintang Sewu merupakan sebuah wisata perbukitan di Dlingo Bantul yang memiliki daya tarik utama sebagai lokasi menikmati matahari terbenan atau sunset. Jika di Bukit Panguk pengunjung bisa menikmati sunrise nah, dibukit ini, pengunjung berdatangan di waktu sore.

3. Jurang Tembelen

Jika Anda tau lokasi Taman Buah Mangunan, lokasi Jurang Tembelen tidak teralu jauh dari gardu pandang Mangunan. Jurang Tembelen merupakan salah satu tempat wisata baru di Jogja. Sama halnya dengan Kebun Buah Mangunan, Waisataan biasanya datang untuk selfie dan meotret matahari terbit.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#Penginapan Jogja #Penginapan Murah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:

@LusiaJahaubun2019

3 fakta menarik Abdi Dalam Yogyakarta

1. Gaji

Image result for gaji

Pada zaman dulu, gaji seorang Abdi Dalam Keraton Yogyakarta hanya Rp. 7.000 – Rp. 15.000. Namun besar upah yang diterima berbeda-beda sesuai dengan jabatannya. Misalkan untuk pangkat sebagai Panglima Perang Keraton, gaji yang diperoleh dulu sempat IDR45.000 per bulan. Tentu saja untuk pangkat yang lebih rendah akan memperoleh gaji yang lebih rendah pula, berkisar hanya Rp. 7.000 – Rp. 15.000 per bulan.

Saat ini, gaji Abdi Dalem mendapat alokasi dana dari dana pemerintahan Yogyakarta menjadi IDR1,1 juta-IDR2,5 juta untuk nominal tertingginya.

2. Tidak direkrut

Image result for no recruitment sign

Menjadi Abdi Dalem Keraton merupakan hal yang dilakukan berdasarkan hati nurani dan kemauan diri sendiri, tidak ada paksaan dari pihak manapun. Keinginan untuk menjadi seorang Abdi Dalem selalu datang dalam bentuk permohonan atau pengajuan diri kepada pihak keraton. Syarat yang wajib dipenuhi cuma satu, namun sifatnya mutlak: berkelakuan baik atau punya tata krama yang baik.

3. Seragam

Image result for seragam kraton

Abdi dalem identik dengan pakaian luriknya dengan garis corak lurik tiga per empat biru, kancing di leher yang berjumlah enam, dan kancing lengan tangan yang berjumlah lima. Corak lurik tiga per empat biru itu menandakan keteguhan hati. Orang yang sungguh-sungguh. Kancing di leher berjumlah enam itu menandakan rukun iman. Sedangkan kancing lengan tangan yang berjumlah lima itu menandakan rukun Islam yang berjumlah lima. Seragam yang biasa digunakan setiap hari ini disebut dengan Sikep Alit.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#Penginapan Jogja #Penginapan Murah #Malioboro #Keraton

Credit to:

@LusiaJahaubun2019

3 Handcraft Shopping Spot in Yogyakarta

1. Silver at Kota Gede

The area called Kota Gede is the old part of the city and is internationally known for its fine silver craft. A number of shops, factories and workshops are sited here, located inside heritage buildings that once were homes of merchants and aristocrats, defined by their stylish architecture of the past. Visitors are welcome to see and learn the art of silversmithing.

A number of places will give you the opportunity to make your very own signature jewelry. Observe up close and personal how silver bars are transformed into delicate beautiful works of art full of details. The finished products include handmade accessories, such as necklaces, brooches, pendants, bracelets and earrings, but also miniature souvenirs, silver cast sculptures, silver trays and complete tea set, as well as beautiful silver handbags, made with filigree technique.

Yogya silver can be distinguished by its burning technique that emphasizes the relief between black shadows and sparkling silver fronts. You will find that shopping for silver in Kota Gede offers better deals than elsewhere in Yogyakarta.

2. The making of ceramic at Kasongan Village

Kasongan village used to be just an ordinary village that you can find around Yogyakarta but it has now become a tourist destination all its own. Today, Kasongan represents one of the biggest local producers of ceramic handicrafts in Yogyakarta.

Most of its inhabitants work on pottery for household and kitchenware. Original designed products made with artistic sensitivity and natural craftsmanship has thrust Kasongan into a tourism area of local pottery. A collaboration of talented artisans, arts observers, merchants, tourists, with government support has helped the village to rise up and perform global business throughout the world.

More modern home decor, such as carved stone tiles, ceramic vases, plates and sculptures are some of the specialties favored by visitors.

3. Batik Beringharjo

\

Beringharjo is the largest traditional marketplace that is simply worth a visit while in Yogyakarta. Historically, the name Beringharjo was given by the late Sultan Hamengku Buwono VIII. “Bering” came from the origin of its place which was at first a banyan (Beringin) forest, while “Harjo” expresses the hope that this place will bring prosperity to the people. The main entrance of Beringharjo Market is on the west side directly facing Malioboro Street.

On the entrance gate, visitors can read the name Beringharjo Market, ‘PASAR BERINGHARJO’, written in roman and Javanese letters. Vendors here sell goods ranging from basic daily needs (meats, vegetables, fruits, herbs and spices) to many kinds of handicraft such as batik, souvenirs, toys and artworks. Visitors are encouraged to bargain.

The building is divided into zones. On the first level, you will see the north side entrance, with at its western side are vendors selling fruits, vegetables, and delicious traditional delicacies. The rest of the market offers a wide range of good quality batiks at reasonable prices, perfect for souvenirs. On the next floor, are a number of shops selling Javanese herbs and spices, such as tamarind, temulawak, ginger, cinnamon and much more.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHandcraft

Instagram.com/RumahRosoHandcraft

#Jati Belanda Jogja #Handcraft Jogja #Kayu #Interior #Souvenir

Credit to:

@LusiaJahaubun2019