Lima Alasan Kamu Harus ke Karimunjawa

Dikutip dari wikiwisata.com, Karimunjawa merupakan areal gugusan kepulauan. Bayangkan, ada 27 pulau kecil yang totalnya seluas 1.500 hektar.

Lokasinya di kawasan Jepara Jawa Tengah dan masuk bagian utara pantai pulau Jawa. Dari gugusan pulau itu, hanya lima pulau yang ternyata berpenghuni sementara yang lainnya masih kosong.

Pulau yang sudah ada penduduknya yaitu Kemujang, Genting, Karimunjawa, Nyamuk dan Parang. Kendati pun sebagian besar pulau-pulau di Karimunjawa tidak berpenghuni, wisatawan sering mendatangi pulau tersebut untuk menikmati keindahan alam, termasuk pantainya yang elok dan ombaknya yang jinak.

Nah, berikut lima alasan mengapa Karimunjawa harus masuk dalam daftar perjalanan wisata Anda.

1. Laut dan Pantainya yang Indah

Alasan utama tentu saja karena pemandangan laut yang indah. Anda bisa berjalan-jalan di pantai berpasir putih dengan memandang laut yang jernih kebiruan. Belum lagi angin sepoi-sepoi dan udara laut yang segar. Bisa menyehatkan paru-paru.

2. Surganya Terumbu Karang

Bicara keindahan Karimunjawa tentu berhubungan erat dengan keindahan dalam lautnya. Karimunjawa kaya akan terumbu karang and menurut informasi, ada 90 jenis terumbu karang yang merumahkan diri di Karimunjawa.

Belum lagi 400 spesies fauna laut yang pasti mengoda Anda untuk tetap berlama-lama di dalam laut.

3. Kaya Fauna

Karimunjawa memang surganya para satwa liar yang banyak diantaranya hampir punah. Misalnya saja elang laut dada putih, penyu sisik, penyu hijau, rusa dan aneka jenis burung. Menarik bukan?

4. Bisa Berenang dengan Hiu

Karimunjawa juga memiliki penangkaran hiu yang dibuka untuk umum di Pulau Menjangan Besar. Penangkaran ini juga mengizinkan turis berinteraksi dengan hiu, termasuk berenang bersama. Tentu saja dengan didampingi oleh staf penangkaran.

5. Diving di Kapal Karam

Perairan Pulau Genting memiliki bangkai kapal karam dari Cina. Anda bisa menemukan pecahan keramik kuno di lambung kapal bila kebetulan melakukan diving di tempat tersebut.Selain kapal dari Cina, juga ada kapal dari Panama Indono yang karam di dekat Pulau Kemujan. Kapal ini ukurannya dua kali kapal ferry Indonesia dan sudah menjadi rumahnya ikan beraneka warna dan jenis.

Nah, tunggu apa lagi?

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:

@LusiaJahaubun2020

Festival Kesenian Jogjakarta

Festivak Kesenian Jogjakarta merupakan program tahunan pemerintah Jogjakarta yang pertama kali diselenggarakan di tahun 1989. Penyelenggaraan festival ini juga sebagai penandaan peresmian Monumen Jogja Kembali.

Kategori yang ditampilkan umumnya berbentuk kesenian, hiburan keluarga, dan atraksi kebudayaan.[2] Bulan Juni dan Juli dipilih untuk menyamakan dengan puncak liburan siswa.[2]Acara berpusat di Benteng Vredeburg, Jalan Malioboro, Taman Budaya YogyakartaMonumen Serangan Umum 1 Maret, kawasan titik nol kilometer Yogyakarta, [2] Kompleks Pasar Ngasem (2013-14), Taman Kuliner CondongcaturSleman (2015-16) dan Planet Pyramid, Bantul (2017-)

Keterlibatan masyarakat dari semua kalangan cukup berarti bagi penyelenggaraan festival ini sehingga visi pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan seni budaya di Yogyakarta dapat dicapai dan memberikan banyak manfaat bagi semua pihak.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#Penginapan Jogja #Penginapan Murah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to: @LusiaJahaubun20

Wisata Candi di tanah Melayu

Candi Muara Takur adalah bukti bahwa agama Budha pernah ada dan bekembang di Tanah Melayu lebih tepatnya di Riau beberaa abad yang lalu. Menurut kesepakatan para arkeolog, candi ini berdiri pada masa kejayaan Sriwijaya abad ke VII-XII Masehi.

Candi ini dibuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Berbeda dengan candi yang ada di Jawa, yang dibuat dari batu andesit yang diambil dari pegunungan. Bahan pembuat Candi Muara Takus, khususnya tanah liat, diambil dari sebuah desa yang bernama Pongkai, terletak kurang lebih 6 km di sebelah hilir situs Candi Muara Takus.

Nama Pongkai kemungkinan berasal dari Bahasa Tionghoa, Pong berati lubang dan Kai berarti tanah, sehingga dapat bermaksud lubang tanah, yang diakibatkan oleh penggalian dalam pembuatan Candi Muara Takus tersebut.

Konon katanya candi ini dibuat karena permintaan putri India yang dibawa ke Muara Takur oleh Datuk Tiga Ahli. Itu sebabnya candi ini lebih mirip dengan candi Asoka yang ada di India.

Gimana? Tertarik untuk mengunjungi situs ini? Buruan, buat daftar perjalanan beriikut dan pastikan Riau menjadi destinasi selanjutnya..

Happy Travelling

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:

@LusiaJahaubun2020

Candi Cetho

Candi Cetho; Candi yang bercorak agama Hindu ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Majapahit. Letaknya berada di 1496 mdpl, menjadi salah satu candi tertinggi di Indonesia bersama dengan Candi Arjuna, Candi Gedong songo dan Candi Ijo.

Candi Cetho View 1
Image by: @vikna_

Sejarah Singkat Candi

Pada tahun 1842 Van de Vles membuat sebuah catatan ilmiah mengenai Candi Cetho. Kemudian, A.J Bernet Kemppes melakukan penelitian terhadap apa yang disampaikan oleh Van de Vlies, Kemudian pada tahun 1928, Dinas Purbakala Hindia Belanda menemukan candi ini dengan keadaan terpendam. Kemudian, pemerintahan Hindia Beanda menyuruh seseorang untuk menelitinya kembali.

Saat ditemukan, candi ini berbentuk sebuah reruntuhan dengan 14 teras yang memanjang dari barat ke Timur. Struktur yang bertingkat di duga kuat merupakan kultur budaya Nusantara dengan Hinduismenya.

Pemugaran Candi pertama kali dilakukan pada tahun 1970 oleh Sudjono Humardani yang dahulu menjabat sebagai asisten Suharto. Sudjono mengubah total struktur asli Candi meskipun konsep punden berundak masih tetap dipertahankan.

Candi Cetho Feature
Image by: @dianwulan18

Rute, Lokasi, dan Harga Tiket Masuk

Candi Cetho berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Menuju ke kawasan ini pun bisa dibilang susah-susah gampang. Wisatawan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta bisa menuju kearah Solo. Dari sini wisatawan menuju kearah karanganyar yang menjadi tempat berdirinya Candi.

Saat tiba di terminal Karangpandan, wisatawan akan dihadapkan pada dua jalur. Jika, wisatawan belok ke kanan, atau mengikuti jalur aspal maka, wisatawan akan pergi mengunjungi Tawangmangu. Menuju ke Candi Cetho wisatawan hanya perlu berjalan lurus ke arah kebun teh kemuning.

Candi Cetho View 2
Image by: @infosoloo

Daya Tarik Candi

Nama Candi Cetho sudah terkenal hingga ke berbagai pelosok. Hal ini terbukti dengan banyaknya komunitas dan para wisatawan yang datang ke kawasan ini. Komunitas yang datang biasanya adalah komunitas sepeda yang memacu adrenalin dan kekuatannya menaklukkan tanjakan cetho yang memang luar biasa.

Kawasan cetho merupakan sebuah pelataran dimana terhampar pemandangan yang sangat menakjubkan. Banyak pula pondok-pondok dan juga situs lingga yoni seperti yang berada di kawasan Candi Sukuh. Jangan kaget, bila ditenpat ini wisatawan akan mencium bau dupa.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2020

Source : https://www.nativeindonesia.com/candi-cetho/

3 Tempat Wisata Kuliner di Malang yang Wajib Dicoba

Saat ke Malang, jangan lupa untuk berwisata kuliner di tempat-tempat terbaik yang tersaji di bawah ini ya..

1. Bakso President

Bakso President
Bakso President

Bagi pelancong yang kerap mengunjungi Malang, Bakso President adalah tempat kuliner Malang yang paling legendaris dan wajib untuk dikunjungi. Di tempat kuliner Malang ini, Anda bisa menikmati aneka olahan bakso khas Malang yang rasanya sudah pasti autentik dan juara. Ada bakso bakar yang diolah dengan bumbu khas, bakso dengan jeroan, dan bakso orisinal yang rasanya akan membuat Anda ketagihan.

Kedai Bakso President terletak di Jalan Batanghari No. 5 Malang. Lokasinya berada di pinggir rel kereta, sehingga saat ada kereta lewat, Anda bisa merasakan sensasi bergetar yang cukup kuat.

2. Soto Geprak Mbah Djo

Soto Geprak Mbah Djo
Soto Geprak Mbah Djo

Buka pada pukul 08.00-18.00, Soto Gebrak Mbah Djo yang terletak di Jalan M.T. Haryono ini menyajikan soto yang sangat nikmat. Perpaduan bumbu yang penuh rempah serta empuknya daging yang digunakan akan membuat siapa saja ketagihan dan ingin datang lagi ke tempat kuliner Malang yang buka sejak tahun 1936 ini.

3. Hot Cui Mie

Hot Cui Mie
Hot Cui Mie

Selain bakso, makanan khas Malang yang terus ada dan dikenal oleh masyarakat luas adalah cwiemie atau cui mie. Olahan mie yang diolah secara tradisional ini cukup banyak muncul di kawasan Malang. Namun, yang paling khas dan autentik adalah Hot Cui Mie yang terletak di kawasan Jalan Kawi Atas dan menempati sebuah ruko kecil yang selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung.

Kuliner Malang ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00. Kalau Anda ingin makan di sini disarankan untuk datang lebih pagi atau menghindari masa liburan panjang. Saat hari libur, Anda harus mengantre cukup lama atau beralih ke cabang lain dari kedai ini yang terletak di salah satu mal.

Lima Wisata Imogiri

1. Hutan Pinus Pengger Mangunan

sumber : picgra.com

Tempat ini memiliki beberapa spot yang menarik  untuk berselfi, jadi akan sangat sayang untuk dilewatkan.

Jika Anda berkunjung pada malam hari, tempat ini akan menyugukan panorama keindahan malam kota Jogja.

Gemerlap lampu kota yang terlihat dari sela sela akar pohon pinus, memberi kesan romantis, jadi tidak heran bukan jika tempat ini di gandrungi oleh muda mudi?

Anda tidak perlu membayar tiket untuk masuk kelokasi ini, cukup membayar parkir 2000 saja.

2. Wisata Seribu Batu Songgo Langit

Sumber: instagram.com

Lokasi wisata ini, tidak jauh dari hutan pinus Pengger Mangunan.

Lokasi ini hits setelah mengalami pembenahan di tahun 2017.

Lokasi ini disebut seribu batu karena memang tempat ini terdapat banyak bebatuan yang besar seolah menyanggah langit.

Lokasi yang masih satu wilayah dengan hutan pinus Pangger ini, menyediakan aksen tema yang sedang nge-hits.

Diantaranya adalah rumah hobbit seperti foto di atas. Untu masuk ke lokasi ini, anada tidak perlu membayar tiket, cukup bayar parkir dua ribu rupiah saja.

3. Wisata Kebun Buah Mangunan

sumber : dejogjaadventure.com

Objek wisata Kebun Buah Mangunan ini merupakan tempat budi daya beberapa tanaman buah seperti mangga, kelengkeng, jambu, rambutan dan beberapa tanaman buah lainnya.

Jika kamu datang pukul lima dini hari, kamu akan menyaksikan indahnya sunrice dan bulatan kabut tebal menyerupai gumpalan awan.

Keindahan ini bisa kamu abadikan dengan berselfi bersama orang orang tercinta.

4. Jurang Tembelan Kanigoro Mangunan

sumber : tiketextra.com

Lokasi wisata ini berjarak kurang dari satu kilometer dari kebun buah mangunan.

Ikuti saja rute plang petunjuk jalan menuju bukit panguk yang akan memngantar Anda menuju Jurang Tembelan Kanigoro Mangunan.

Di sini Anda bisa menikmari sunrice di pagi hari, kemudian malamnya Anda akan di manjakan dengan pemandangan di kawasan kabut tebal di tepi jurang.

Untuk melihat pemandangan ini, pengelola sudah menyediakan gardu pandang yang keren.

Saat ini tiket hanya diminta sumbangan sukarela dan uang parkir sebesar dua ribu rupiah.

5. Bukit Mojo Gumelen

sumber : travelbos.id

Destinasi Wisata Mangunan terbaru lainnya adalah Bukit mojo yang terletak di dusun gumelem, pedukuhan kediwung, Dlingo, Bantul Imogiri.

Kawasan wisata yang baru dibuka tahun 2017 lalu ini memang belum nge-hits, namun sudah mulai ramai di kunjungi oleh wisatawan.

Kawasan perbukitan yang ditata rapi ini,  menampilkan mediasi jembatan gardu pandang yang akan membuat Anda menyatu dengan alam, destinasi inipun juga geratis.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:

@LusiaJahaubun2020

Borobudur dan Sejarah dibaliknya

Image result for borobudur

Dalam Bahasa Indonesia, bangunan keagamaan purbakala disebut candi; istilah candi juga digunakan secara lebih luas untuk merujuk kepada semua bangunan purbakala yang berasal dari masa Hindu-Buddha di Nusantara, misalnya gerbang, gapura, dan petirtaan (kolam dan pancuran pemandian). Asal mula nama Borobudur tidak jelas,meskipun memang nama asli dari kebanyakan candi di Indonesia tidak diketahui.Nama Borobudur pertama kali ditulis dalam buku “Sejarah Pulau Jawa” karya Sir Thomas Stamford Raffles.  Raffles menulis mengenai monumen bernama borobudur, akan tetapi tidak ada dokumen yang lebih tua yang menyebutkan nama yang sama persis. Satu-satunya naskah Jawa kuno yang memberi petunjuk mengenai adanya bangunan suci Buddha yang mungkin merujuk kepada Borobudur adalah Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365.

Nama Bore-Budur, yang kemudian ditulis BoroBudur, kemungkinan ditulis Raffles dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi itu yaitu desa Bore (Boro); kebanyakan candi memang seringkali dinamai berdasarkan desa tempat candi itu berdiri. Raffles juga menduga bahwa istilah ‘Budur’ mungkin berkaitan dengan istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti “purba”– maka bermakna, “Boro purba”.Akan tetapi arkeolog lain beranggapan bahwa nama Budur berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Tri Tepusan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra.  Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sanskerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:

@LusiaJahaubun2020

Sejarah Candi Prambanan

Image result for candi prambanan

Sejarah Asli Candi Prambanan – Salah satu candi yang terkenal di tanah air kita tercinta adalah Candi Prambanan. Candi yang merupakan candi bagi umat Hindu ini memiliki gaya arsitektural yang berbeda dengan Candi Borobudur. Namun tentu saja, Wisata Candi Prambanan tidak kalah keindahannya dibanding Candi Borobudur maupun candi Angkor Wat.

Candi Prambanan terletak di desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Jogjakarta. Berbeda dengan sejarah asli Candi Prambanan, nama dari candi ini sudah melegenda lewat kisah cinta tak sampai antara Bandung Bandawasa dan Rara Jongrang.

Konon menurut legenda, Rara Jonggrang meminta seribu candi dalam satu malam sebagai syarat lamaran Bandung Bandawasa. Melalu bantuan mahluk jin, Bandung Bandawasa mampu menyelesaikan seribu candi yang pada akhirnya digagalkan sendiri oleh Rara Jonggrang.

Mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh Rara Jonggrang tersebut, Bandung Bandawasa pun marah dan mengutuk Rara Jonggrang menjadi arca terakhir dari seribu candi yang dia bangun dalam satu malam tersebut. Maka munculah sosok patung perempuan dalam salah satu arca Candi Prambanan.

Kisah tersebut adalah legenda yang dekat dengan Wisata Candi Prambanan, namun untuk sejarah asli Candi Prambanan sangat berbeda. Candi Prambanan dibangun oleh Rakai Pikatan yang saat itu adalah Raja dari Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya. Pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 850, yang mana dekat dengan waktu pembangunan Borobudur.

Namun, kejayaan Candi Prambanan pun sirna ketika pada akhirnya Mpu Sindok, Raja terakhir Mataram kuno dari Wangsa Sanjaya memindahkan pusat kerajaannya ke daerah Jawa Timur. Akibatnya, bangunan yang dipelopori oleh pendahlunya tersebut sepi ditinggalkan.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2020

Wisata Air Jogja yang Jangan Sampai Terlewatkan

1. Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark – Sleman

Mumpung Masih Musim Kemarau, 6 Wisata Air di Jogja ini Patut Dicoba

jogjabay.com

Waterpark tematik baru di daerah Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta ini bisa dibilang mejadi salah satu yang terluas dan terlengkap di Indonesia. Dengan total luas area 7 Ha, Jogja Bay memiliki 19 wahana permainan air yang siap kamu eksplor. Beberapa di antaranya adalah Memo Racer yang memiliki 8 lintasan seluncur, Bekti Adventure, Volcano Coaster, Jolie Raft River, Donte Wild River, Harbour Theater, dan lain sebagainya.

Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark merupakan taman wisata air terbaru satu satunya di Indonesia dengan mengusung tema bajak laut yang memadukan unsur Pulau Jawa dan Eropa. Bukan cuma memiliki banyak wahana air, Jogja Bay juga dilengkapi dengan fasilitas toko merchandise bergaya Pirates, berbagai restoran dan cafe, museum air, mushola, penyewaan loker, dan masih banyak lagi.

Selama weekdays, Jogja Bay aka dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB sedangkan untuk weekend, water park ini akan buka lebih awal yaitu pada pukul 08.00 WIB. Tiket masuk ditawarkan mulai dari Rp 50.000, namun masih banyak pilihan paket lainnya dengan tarif yang bervariasi.

2. Goa Pindul – Gunung Kidul

Mumpung Masih Musim Kemarau, 6 Wisata Air di Jogja ini Patut Dicoba

goapindul.com

Kalau kamu berpikir bahwa wahana di waterpark terasa kurang alami, maka coba kunjungi Goa Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Gua Pindul terkenal oleh cara menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah dalam gua, atau lebih sering dikenal sebagai cave tubing.

Gak perlu takut, karena keamanan dan kenyamananmu sudah terjamin oleh para pemandu yang ramah dan profesional serta dilengkapi dengan fasilitas cave tubing yang memadai. Terdapat berbagai macam paket wisata yang ditawarkan oleh Goa Pindul dengan harga mulai dari Rp 40.000 per orang. Murah banget kan? Dengan tarif tersebut, kamu akan mendapatkan perlengkapan tubing berupa ban pelampung, jaket pelampung, sepatu karet dan head lamp. Gak lupa, kamu juga akan ditemani oleh seorang guide dan memperoleh asuransi jiwa. Tertarik?

3. Air Terjun Sri Gethuk – Gunung Kidul

Mumpung Masih Musim Kemarau, 6 Wisata Air di Jogja ini Patut Dicoba

piknikasik.com

Air terjun Sri Gethuk salah satu spot wisata air di daerah Gunung Kidul yang keindahan alamnya masih sangat terawat dan asri. Air terjun yang memiliki tinggi 50 meter ini berasal dari 3 mata air yaitu mata air Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul yang kemudian mengalir ke Sungai Oyo.

Sebenarnya air terjun ini mempunyai 2 nama yaitu air terjun Sri Gethuk dan air terjun Slempret. Nama ini berkaitan erat dengan mitos atau cerita masyarakat sekitar tentang seorang raja jin bernama Anggo Meduro yang sangat menyukai musik gamelan Jawa. Dipercaya bahwa air terjun inilah ia menyimpan alat musik tersebut. Menurut masyarakat sekitar air terjun, pada saat tertentu akan terdengar suara gamelan namun jika didekati maka suara tersebut akan menghilang. Waduh!

Jika ingin berkunjung ke air terjun ini kamu bisa datang ke Dusun Menggoran, Desa Wisata Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogjakarta. Akses menuju air terjunnya terbilang masih cukup jauh sehingga kamu di sediakan 2 pilihan, yaitu dengan tracking melewati jalanan yang di apit oleh sawah sejauh 450 meter atau menggunakan rakit sederhana menyusuri Sungai Oyo dengan biaya Rp 10.000 pulang pergi.

4. Air Terjun Kedung Kandang – Gunung Kidul

Mumpung Masih Musim Kemarau, 6 Wisata Air di Jogja ini Patut Dicoba

instajogja.com

Air Terjun Kedung Kandang berada di kawasan Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul Air terjun ini memiliki keunikan yaitu kontur bertingkat-tingkatnya yang terletak di tengah-tengah hamparan sawah nan hijau atau bahkan menguning ketika musim panen hampir tiba. Dijamin pemandangan ini bakal bikin mata dan pikiranmu kembali fresh walau cuma melihatnya dari kejauhan. Tapi sepertinya rugi banget kalau kamu gak menceburkan diri kesana kan?

Gak ada salahnya loh untuk mendekat ke area air terjun. Hanya saja kamu harus treking melewati pematang sawah dengan kondisi agak licin. Kamu harus selalu hati-hati dan waspada jika melewati daerah ini. Ingat! Kamu juga harus senantiasa menjaga kebersihan. Perhatikan pula untuk tidak menginjak-injak sawah milik warga sekitar kalau kamu tidak ingin mereka gagal panen. Waduh!

5. Pantai Nglambor – Gunung Kidul

Mumpung Masih Musim Kemarau, 6 Wisata Air di Jogja ini Patut Dicoba

datawisata.com

Pantai Nglambor merupakan sebuah pantai eksotis yang terletak di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada sangat dekat atau persis di sebelah barat dari Pantai Siung dan sebelah timur dari Pantai Jogan, Gunung Kidul. Jika ingin ke pantai ini, kamu harus menempuh jarak kurang lebih 74 km dari pusat kota Jogja. Namun worth it kok, karena pantai ini menawarkan panorama yang sangat indah.

Di Pantai Nglambor, terdapat dua batu karang besar yang menyerupai kura-kura dan berada tepat di depan teluknya.Air lautnya yang jernih menjadikan para pengunjung dapat dengan leluasa melihat karang, rumput laut, ikan-ikan cantik berbagai warna saling berkejaran. Tak ketinggalan, kamu juga bisa melihat langsung aneka biota laut lainnya dari permukaan air.

Para pengunjung pun bisa berenang dan melakukan snorkeling di pantai ini tanpa perlu khawatir akan tergulung ombak besar. Kok bisa? Tentu saja bisa karena pantai Nglambor terletak di sebuah teluk sehingga memiliki arus yang cenderung tenang. Sudah terdapat banyak tempat penyewaan alat-alat snorkeling juga disana. Fasilitas homestay juga dapat dengan mudah kamu temui. Seringkali pantai ini bahkan dikunjungi oleh turis yang berasal dari luar kota bahkan luar negeri, seperti dari Belanda, Perancis dan Singapura. Yuk, ajak keluargamu liburan kemari!

source : https://www.idntimes.com/travel/destination/annisa-rizki-purwani/6-wisata-air-di-jogja-c1c2/full

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2020

Pesona Bukit Bintang Yogyakarta

Bukit Bintang, sumber ig wonderfuljogja
Bukit Bintang, sumber ig @wonderfuljogja

Bukit Bintang Jogja sebenarnya hanyalah lintasan yang terdapat di tanjakan menuju pusat Kabupaten Gunung Kidul. Lintasan ini merupakan jalur lereng gunung yang menyajikan pemandangan landscape Jogja. Namun pemandangan ini begitu menarik hingga spot ini mendapat kunjungan yang ramai.

Bukit ini bernama asli Bukit Hargo Dumilah. Hargo Dumilah merupakan nama daerah tempat spot ini berada. Yaitu jalur dari Jogja menuju Pathuk yang juga berbatasan dengan Bantul. Sebelumya spot ini tidak begitu mendapat perhatian oleh karena kebanyakan wisatawan hanya melewatinya untuk menuju berbagai obyek wisata pantai di Gunung Kidul.

Namun pemandangan yang indah membuat banyak penumpang kendaraan yang melintas ingin menikmatinya. Hingga jalur ini menjadi salah satu spot untuk menikmati pemandangan Jogja dari atas ketinggian. Selain itu, antara siang dan malam hari dapat ditemukan pesona yang berbeda.

Bukit Bintang di Siang Hari, sumber ig nina_rakhmawati
Bukit Bintang di Siang Hari, sumber ig @nina_rakhmawati

Jika pada siang hari tersaji pemandangan hijau dan atap-atap pemukiman penduduk serta jalur Wonosari di area Piyungan dengan kendaraan yang berbaris, malam hari terlihat panorama yang lebih indah. Dari atas bukit ini akan terlihat kerlap-kerlip lampu yang berwarna warni ditengah langit gelap yang syahdu.

Pemandangan malam hari inilah yang menjadikan spot ini disebut sebagai Bukit Bintang. Karena kerlap-kerlip lampu yang berwarna-warni ini terlihat bagaikan bintang di langit yang gelap. Spot ini juga bisa tampak dari bawah Jogja seperti bukit dengan barisan lampu yang berwarna warni.

Dengan keindahan ini, pengunjung area ini semakin ramai dan menjadi spot wisata. Meski hanya sebagai jalur lalu lintas dan tidak mungkin dibangun menjadi tempat wisata resmi, namun tetap bisa menjadi tempat wisata yang sayang untuk dilewatkan.

source : https://antarejatour.com/gunung-kidul/bukit-bintang-jogja

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

PenginapanJogja #PenginapanMurah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:
@LusiaJahaubun2020