Gilang Lipuro: Situs Budaya Yang Hampir Terlupakan

Terletak di jantung kota Yogykarta, Gilang Lipuro masih berdiri sebagai bentuk peringatan kepada Danang Sutawijaya yang adalah pendiri kesultanan Mataram.

Pada tahun 1746, area mbelik / danau tempat permunajatan Danang Sutawijaya tadi, oleh Sinuwun Pakubuwono II diurug menjadi daratan dan didirikanlah bangunan untuk melestarikan Gilanglipuro yang dulunya merupakan tempat bertapa Panembahan Senopati. Bangunan ini diberi nama “Patilasan Pasujudan Gilanglipuro”. “Gilang” artinya batu sedangkan “Lipuro” berarti pelipur lara. Sehingga jika diruntut dari sejarah, nama resmi situs ini adalah Gilanglipuro.

Setelah bermunajat di Gilanglipuro, Danang Sutawijaya bergelar Panembahan Senopati. Panembahan Senopati bermakna Senopati / Panglima Perang sekaligus sebagai Ulama. Panembahan berasal dari kata “Manembah” yang berarti ulama, tetapi pada waktu itu  status ulama  masih disamarkan karena masih banyak rakyat yang menganut kepercayaan Hindhu dan Budha.

Hastag :

Facebook.com/RumahRosoHomestay

Instagram.com/RumahRosoHomestay

#Penginapan Jogja #Penginapan Murah #Malioboro #Keraton #Travel #Kuliner

Credit to:

@LusiaJahaubun2019 – rewrite